Ada banyak hal yang membuat manusia terjatuh. Entah itu karena
kesalahannya sendiri atau karena orang lain. Tapi, rasanya manusia jauh
lebih merasakan kesakitan ketika kesalahannya sendiri. Ada pun manusia
dihadapkan oleh takdir yang harus membuatnya terjatuh. Kehilangan.
Bisakah manusia mencegahnya? Dunia ini tidak ada yang abadi, semuanya,
waktu yang tiidak diketahui, tetap terjadi. Manusia hanya bisa menerima.
Bagaimana
dengan cinta? bagiku sama saja, tak kekal. Sepasang manusia hidup
bersama selama puluhan tahun dan pada akhirnya berpisah. Ya, manusia
bisa kehilangan cinta.
Saat ini, aku bukan sedang
kehilangan "cinta" melainkan telah kehilangan. Yang tertinggal hanyalah
rasa "sepi". Aku hanya bisa menangis. Apa lagi yang harus dilakukan? toh
dia telah hilang dari kehidupan. Aku jatuh. Rasanya aku ingin seperti
dia, menghilang dari dunia ini. Bisa saja mewujudkannya, hanya saja aku
akan menjadi pecundang.
Entah sampai kapan harus
menangis saat dada terasa sesak kala merindukannya. Entah sampai kapan
selalu menangis ketika mengingat kesalahanku padanya.
Untuk
dia, Ibuku sayang... kepergianmu menyadarkan arti tangisan malammu
waktu itu. Seperti ini kah kesedihanmu? Kini aku tahu kata yang sering
kau ucap "ingin pergi". Ya, 3 tahun yang lalu kau benar-benar pergi.
Selama itu pun aku menyesali betapa bodohnya tak menyadari kesedihanmu.
Sekarang aku merasakannya. Entah sampai kapan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar